Potret Kesehatan Jiwa Remaja SMA: Tantangan Kecemasan dan Depresi di Era Modern
Abstrak
Masa remaja adalah periode kritis dalam perkembangan manusia dan lebih bermasalah dibandingkan masa lainnya. Remaja mengalami perubahan fisik, emosional, dan sosial serta berisiko terhadap kemiskinan, pelecehan, atau kekerasan, yang dapat memicu konflik internal dan eksternal serta meningkatkan kerentanan terhadap masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesehatan jiwa remaja di SMA Negeri 3 Atambua, menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah 57 siswa kelas X, diambil dengan metode cluster sampling. Kriteria inklusif adalah siswa berusia 13-19 tahun. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner Self Reporting Questionnaire (SRQ) 29-item. Hasil menunjukkan 59,6% remaja mengalami gangguan mental emosional seperti kecemasan dan depresi, 15,8% mengalami gejala PTSD, dan 5,3% menunjukkan gejala psikotik. Sekitar 19,3% remaja tidak mengalami gangguan mental emosional. Temuan ini menekankan pentingnya perhatian dan intervensi tepat untuk mendukung kesehatan mental remaja dan mencegah gangguan mental yang lebih serius di masa depan. Disarankan agar sekolah dan keluarga meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental remaja. Program pencegahan dan intervensi dini harus diimplementasikan, termasuk konseling rutin dan pelatihan manajemen stres. Kerjasama dengan profesional kesehatan mental diperlukan untuk menyediakan layanan lebih mendalam bagi remaja yang menunjukkan gejala gangguan mental emosional, PTSD, dan psikotik. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi faktor risiko dan perlindungan yang lebih spesifik.Unduhan
Diterbitkan
2024-10-31
Cara Mengutip
Ximenes, J., Naibili, M. J. E. ., & Ua Sanan, Y. C. . (2024). Potret Kesehatan Jiwa Remaja SMA: Tantangan Kecemasan dan Depresi di Era Modern. Healthy Papua - Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 7(2). Diambil dari https://jurnal.akpermarthenindey.ac.id/akper/article/view/150
Terbitan
Bagian
Editor






