https://jurnal.akpermarthenindey.ac.id/index.php/akper/issue/feed Healthy Papua - Jurnal keperawatan dan Kesehatan 2025-10-31T12:09:36+00:00 Danang Riyanto jurnal@akpermarthenindey.ac.id Open Journal Systems <p><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;"><span style="font-family: helvetica; font-size: small;">Healthy Papua : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan diterbitkan oleh Akademi Keperawatan RS. Marthen Indey Jayapura secara online di mulai dari edisi Vol.1 No.1, Oktober 2018. Healthy Papua : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan bertujuan untuk menjadi media penyebarluasan hasil penelitian ilmiah mengenai bidang studi Keperawatan dan Kesehatan di Papua dan Indonesia pada umumnya. Yang menjadi Kontributor Healthy Papua: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan berasal dari kalangan akademisi, praktisi, mahasiswa, dan masyarakat umum. Healthy Papua : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan diterbitkan 2 kali setiap tahun Yaitu pada bulan Oktober dan Mei. Editor menerima dan memilih naskah penelitian dengan proses seleksi. Naskah penelitian yang diterima adalah naskah yang belum di submit maupun ditawarkan untuk dipublikasikan di tempat lain. Naskah Penelitian yang disajikan di Healthy Papua : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Dewan editorial berhak menyunting tanpa mengubah substansi isi naskah penelitian. https://jurnal.akpermarthenindey.ac.id/index.php/akper/article/view/181 HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG BEDAH RSMI JAYAPURA 2025-10-30T14:37:46+00:00 Dessy Fitriani Iksan dessyfitriani1297@gmail.com <p><strong><u>ABSTRAK</u></strong></p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><strong>Latar belakang : </strong>Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang diperoleh pasien selama perawatan di rumah sakit dan menjadi salah satu indikator mutu pelayanan kesehatan. Kepatuhan perawat terhadap pencegahan infeksi nosokomial sangat penting dalam menurunkan angka kejadian infeksi.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial di ruang bedah..</p> <p><strong>Metode : </strong>Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan pendekatan survey analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang bedah yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan kepatuhan.</p> <p><strong>Hasil : </strong>Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial (p-value &gt;0,05).</p> <p><strong>Analisis: </strong>Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang tinggi belum tentu diikuti oleh kepauhan yang baik. Faktor lain seperti sikap, motivasi, budaya kerja, dan pengawasan mungkin lebih berpengaruh terhadap kepatuhan.</p> <p><strong>Diskusi: </strong>Disarankan kepada institusi untuk memperhatikan faktor faktor lain yang memengaruhi perilaku kepatuhan perawat selain dari aspek pengetahuan.</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Kata Kunci : Pengetahuan, Kepeatuahn, Infeksi Nosokomial, Perawat</em></strong></p> 2025-10-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Healthy Papua - Jurnal keperawatan dan Kesehatan https://jurnal.akpermarthenindey.ac.id/index.php/akper/article/view/180 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN SISTEM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU (SPGDT) DI IGD RUMAH SAKIT TK.II 17.05.01 MARTHEN INDEY 2025-10-30T14:33:47+00:00 Rudini Rudini rudimarz1010@gmail.com <p><strong><u>ABSTRAK</u></strong></p> <h2>ABSTRACT</h2> <h2>Pandahuluan : Untuk setiap anggota masyarakat yang berada dalam keadaan gawat darurat, Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, terarah, dan terpadu.&nbsp; Keadaan darurat dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja, karena penyakit atau kecelakaan. Rumah Sakit Tk.II 17.05.01 Marthen Indey salah satu rumah sakit rujukan yang berada di Kota Jayapura, olehnya itu, harus memiliki kesiapsiagaan untuk menghadapi situasi kegawatdaruratan.</h2> <h2>Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang terdiri dari observasi dan wawancara mendalam. Dalam penelitian ini pendekatan kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman Pejabat/Pegawai Rumah Sakit dalam menerapkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) di Rumah Sakit.</h2> <h2>Hasil Penelitian :. Dari perspektif fenomenologi deskriptif, pengalaman para informan menunjukkan bahwa implementasi SPGDT tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga budaya organisasi, kepemimpinan, dan komitmen manajerial dalam menciptakan sistem tanggap darurat yang solid.</h2> <h2>Kesimpulanya : Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan SPGDT di Rumah Sakit Tk.II 17.05.01 Marthen Indey membutuhkan pendekatan sistemik dan kolaboratif antara SDM, sarana, koordinasi, dan dukungan kebijakan agar dapat berjalan efektif. Temuan ini sejalan dengan tujuan penelitian, yakni untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan SPGDT.</h2> <h2>Kata Kunci : Penerapan SPGDT, Instalasi Gawat Darurat</h2> <h2>&nbsp;</h2> 2025-10-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Healthy Papua - Jurnal keperawatan dan Kesehatan https://jurnal.akpermarthenindey.ac.id/index.php/akper/article/view/177 ANALISIS LITERATUR TERHADAP RELEVANSI BUKU STANDAR DIAGNOSIS KEPERAWATAN INDONESIA (SDKI) 2025-10-30T14:23:16+00:00 Soalihin Soalihin soalihin16@gmail.com Iin Aryani iingeraldy@gmail.com Danang Riyanto danangriyanto24@gmail.com <p><strong><u>ABSTRAK</u></strong></p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Pendahuluan : </strong>Proses keperawatan pada dasarnya merupakan kegiatan pencatatan, pelaporan, dan pendokumentasian yang bertujuan untuk memberikan informasi penting dan berharga mengenai kondisi pasien. Proses ini mencakup tahapan pengkajian, penentuan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi asuhan keperawatan. Salah satu aspek yang paling penting dalam dokumentasi asuhan keperawatan adalah penetapan diagnosis keperawatan yang didasarkan pada riwayat atau keluhan pasien, sehingga dapat ditegakkan secara akurat.</p> <p><strong>Metodologi : </strong>Studi ini menerapkan pendekatan literature review dengan menelaah artikel baik dari google Scholar atau PubMed yang terbit dalam rentang waktu 2018-2025. Pencarian literatur dilakukan secara daring dengan memanfaatkan sejumlah database ilmiah, antara lain Google Scholar, PubMed, dan Science Direct, menggunakan kata kunci yang telah ditentukan sesuai fokus studi “Analisis Terhadap Buku Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) Dilihat Dari Retrospektif Terhadap Data Yang Muncul”(Ibrahim et al., 2025).</p> <p><strong>Hasil penelitian dan Pembahasan : </strong>Jumlah ini menunjukkan bahwa penelitian yang benar-benar menilai mutu dokumentasi keperawatan masih sangat terbatas (sekitar 3% dari total artikel dokumentasi). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun bidang kesehatan memiliki banyak penelitian (13.400 artikel).</p> <p><strong>Kesimpulan :</strong> Keperawatan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) memiliki relevansi yang tinggi dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di Indonesia</p> <p><strong><em>Kata Kunci : &nbsp;Literatur, SDKI, Keperawatan</em></strong></p> 2025-10-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Healthy Papua - Jurnal keperawatan dan Kesehatan https://jurnal.akpermarthenindey.ac.id/index.php/akper/article/view/178 GAMBARAN STIGMA TERHADAP ORANG YANG PERNAH MENGALAMI KUSTA (OYPMK) PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN DI KOTA JAYAPURA TAHUN 2025 2025-10-30T14:21:49+00:00 Kuswadi Kuswadi kus165@yahoo.com Suselo selosuselo65@gmail.com Yulia N. K. Wasaraka yuliankwasaraka@gmail.com <p><strong><u>ABSTRAK</u></strong></p> <h2>ABSTRACT</h2> <h2>Pandahuluan : Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan pada tahun 2024 ditemukan kasus baru Kusta sebanyak 12.798. Jumlah tersebut merupakan jumlah kasus baru nomor tiga di dunia setelah India dan Brazil. Papua merupakan salah satu provinsi yang masih mempunyai jumlah kasus Kusta yang cukup banyak (Kemenkes RI, 2025).</h2> <h2>Metodologi : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan&nbsp; suatu fenomena (kejadian) yang ada pada obyek penelitian (sampel). Metoda pengumpulan data menggunakan pendekatan cross sectional (potong lintang), yaitu jenis metode pengumpulan data yang dilakukan pada satu saat</h2> <h2>Hasil Penelitian dan Pembahasan : Tidak adanya stigma pada OYPMK yang sudah selesai pengobatan ini sangat berbeda hasilnya dengan stigma terhadap pasien Kusta. Keadaan ini dapat dikaitkan dengan kondisi bahwa OYPMK sudah selesai pengobatan. Keadaan sudah selesai pengobatan dapat diasumsikan sudah sembuh, sudah diobati sehingga OYPMK sudah tidak menularkan penyakit (Kusta).</h2> <h2>Kesimpulan : Tidak ada stigma terhadap orang yang pernah mengalami Kusta (OYPMK) yang sudah selesai pengobatan pada mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan di Kota Jayapura (78,2).</h2> <h2>&nbsp;</h2> <h2>Kata Kunci : Kusta, Stigma, Mahasiswa</h2> 2025-10-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Healthy Papua - Jurnal keperawatan dan Kesehatan https://jurnal.akpermarthenindey.ac.id/index.php/akper/article/view/179 PERAN PERAWAT DALAM PENANGANAN KEJANG DEMAM PADA ANAK DI RUANG TULIP RS. TK. II 17.05.01 MARTHEN INDEY 2025-10-30T14:28:57+00:00 Neng Ratih Widiyastuti nengratih2015@gmail.com Tristyas Elda emailtristyas@gmail.com Nurul Fauziah Handayani nurulfauziahhndyn@gmail.com <p><strong><u>ABSTRAK</u></strong></p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Pendahuluan : </strong>Kejang demam adalah salah satu kondisi yang sering terjadi pada anak-anak, terutama pada usia 6 bulan hingga 5 tahun, yang disebabkan oleh suhu tubuh yang tinggi. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mengurangi risiko tersebut. Dalam hal ini, perawat memegang peran penting sebagai bagian dari tim medis yang pertama kali memberikan penanganan (Anggraini, D., &amp; Hasni, D. (2022).</p> <p><strong>Metodologi : </strong>Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif sederhana yang di gunakan untuk memperoleh gambaran dengan menggunakan teknik penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di ruang kanak-kanak di RS. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling.</p> <p><strong>Hasil penelitian dan Pembahasan :</strong>. Pengetahuan perawat dalam penanganan kejang yang baik yaitu 15 orang (100%) dan tidak ada yang memiliki pengetahuan yang cukup dan kurang, gambaran peran perawat dalam penanganan kejang yang baik yaitu 13 orang (86,7%), yang memiliki pengetahuan yang cukup berjumlah 2 orang (13,3%) dan yang memiliki pengetahuan yang tidak ada.</p> <p><strong>Kesimpulan : </strong>Berdasarkan hasil, Pengetahuan Perawat dalam Penanganan Kejang. Dapat Disimpulkan bahwa, Dapat dilakukan dengan baik</p> <p><strong><em>Kata Kunci : Kejang Demam, Peran Perawat</em></strong></p> 2025-10-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Healthy Papua - Jurnal keperawatan dan Kesehatan