RAPID HEALTH ASSESMENT (RHA) BENCANA BANJIR DI DESA PRANTI KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK

Penulis

  • Hairil Akbar Program Studi Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika
  • Slamet Ifandi Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Politeknik Yakpermas Banyumas
  • Matius Paundanan Paundanan Program Studi Kesehatan Masyarakat STIK Indonesia Jaya Palu

Abstrak

Pendahuluan: Banjir merupakan aliran air di permukaan tanah yang relatif tinggi dan tidak dapat ditampung oleh saluran drainase atau sungai, sehingga melimpah ke kanan dan kiri serta menimbulkan genangan/aliran dalam jumlah yang melebihi normal dan mengakibatkan kerugian pada manusia. Pada kajian ini bertujuan mengetahui gambaran dari hasil Rapid Health Asssesment (RHA) yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dalam upaya penanggulangan bencana banjir serta penanggulangan krisis kesehatan di Desa Pranti Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Metode: Penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif observasional dengan menggunakan data hasil Rapid Health Asssesment (RHA) yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik pada saat terjadi bencana banjir pada bulan Februari 2015. Fokus penenlitian ini yaitu di Desa Pranti, Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Hasil:. Bencana banjir yang terjadi di Desa Pranti termasuk bencana banjir ringan. Akibat bencana banjir ini tidak terdapat kerusakan fasilitas kesehatan, baik itu gedung rumah sakit, gedung farmasi, maupun puskesmas atau pustu. Rumah warga hanya mengalami kerusakan ringan akibat bencana banjir ini sehingga tidak perlu didirikan penampungan untuk warga. Namun dari 141 buah sumur warga ada 50 buah sumur yang tercemar dan dari 2 bangunan PMA (Perlindungan Mata Air) yang ada di desa Pranti, terdapat 1 PMA yang rusak. Akibat dari bencana banjir ini juga dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya kejadian luar biasa (KLB). Adapun jenis penyakit menular yang memungkinkan terjadinya KLB yaitu: ISPA, dermatitis dan penyakit menular lainnya. Kesimpulan: Pada saat terjadi banjir sebaiknya pihak Dinas Kesehatan yang berada di wilayah tersebut harus cepat melakukan tindakan kaporisasi massal pada sumber air bersih dan selalu melakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan dan korban bencana hingga masa tanggap darurat berakhir. Kata kunci: Rapid Health Asssesment, Bencana banjir

Referensi

Depkes RI, 2006, Pedoman Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan dalam Penanggulangan Bencana, Jakarta. Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, 2015, RHA bencana banjir di Desa Pranti, Gresik.

Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, 2015, Rapid Health Asssesment (RHA) dan Laporan Surveilans Epidemiologi Penanggulangan Krisis Kesehatan Pada Bencana Banjir, Gresik.

Direktorat Jenderal PP dan PL Kementerian Kesehatan RI, 2010, Petunjuk Teknis Upaya Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dalam Penanggulangan Bencana. Jakarta.

Harian Kompas, Banjir di Gresik, Ribuan Rumah Terendam, Tiga Warga Tewas, Situsi (08 Mei 2015) http://regional.kompas.com/read/2015/ 08/10192701/Banjir.di.Gresik.Ribuan.Rumah.Terendam.Tiga.Warga.Tewas.

James Chin, 2000, Manual Pemberantasan Penyakit Menular, Terjemahan I Nyoman Kandun.

Promise Indonesia, 2010, Banjir dan Upaya Penanggulangannya, Program For Hydro-Meteorological Risk Disaster Mitigation in Secondary Cities in Asia. Direktorat Jenderal PP dan PL Kementerian Kesehatan RI, 2011, Buku Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Penyakit Menular dan Keracunan Pangan, Jakarta.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-05-26

Cara Mengutip

Akbar, H., Ifandi, S., & Paundanan, M. P. (2021). RAPID HEALTH ASSESMENT (RHA) BENCANA BANJIR DI DESA PRANTI KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK. Healthy Papua - Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 4(1), 201-206. Diambil dari https://jurnal.akpermarthenindey.ac.id/index.php/akper/article/view/49

Terbitan

Bagian

Editor