KEBIASAAN MAKAN DAN KEBIASAAN CUCI TANGAN MASYARAKAT SELAMA MASA PANDEMI COVID 19 DI KOTA JAYAPURA

Penulis

  • Yulia N.K Wasaraka Akademi Keperawatan RS Marthen Indey

Abstrak

Latar belakang : Coronavirus Disease (Covid 19) telah menjadi masalah kesehatan global sejak Desember tahun 2019. Pada tanggal 12 Maret 2020, WHO mengumumkan Covid 19 sebagai pandemik. Rekomendasi WHO dalam menghadapi wabah Covid 19 adalah dengan melakukan proteksi dasar dengan melakukan cuci tangan secara rutin dengan menggunakan alkohol atau sabun dan air. Selain mencuci tangan, menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh merupakan upaya preventif terhadap infeksi corona. Menjaga imunitas tubuh dapat dilakukan dengan makanan sehat gizi seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran kebiasaan makan dan cuci tangan masyarakat pada masa pandemi Covid 19 di Kota Jayapura. Metode : jenis penelitian ini yaitu deskriptif observasional. Subyek penelitian adalah masyarakat Kota Jayapura yang berusia 17-55 tahun, memiliki handphone android. Responden yang diperoleh pada penelitian ini berjumlah 123 orang. Hasil : Informasi mengenai Covid 19 paling banyak diperoleh melalu TV dan Radio (43%). 96% responden menggunakan masker dan 85% menerapkan physical/social distancing.Selama Pandemi Covid 19, 93% responden rutin mencuci tangan, 83% responden mencuci tangan 6 langkah sesuai anjuran WHO, 94% responden mencuci tangan menggunakan sabun. 39% responden mengalami kenaikan BB, 52% responden selalu sarapan sebelum beraktifitas, 45% responden makan 3 kali/hari, 54% responden jarang mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan 65% responden jarang berolahraga. Kata kunci : Covid 19, kebiasaan makan, cuci tangan

Referensi

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19. 2020.

Hao Q , Dong BR, Wu T. Probiotics for preventing acute upper respiratory tract infections. Cochrane Database Syst Rev. 2015(2):Cd006895

Huang C, Wang Y, Li X, Zhao J, Hu Y, et al., Clinical Features of patient infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China, Lancet. 2020; 395 (10223): 497 – 506.

Kampf G, Todt D, Pfaender S, Steimann E. Persistence of Coronavirus on inanimate surfaces and their inactivation with biocidal agents. J Hosp Infect. 2020.

Kemenkes Republik Indonesia. 2020. Info Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI. Jakarta

Martineau AR, Jolliffe DA, Hooper RL, Greenberg L, Aloia JF, Bergman P, et al. Vitamin D supplementation to prevent acute respiratory tract infections: systematic review and meta-analysis of individual participant data. BMJ. 2017;356:i6583.

Riedel S, Morse S, Mietzner T, Miller S. Jawetz, Melnick & Adelberg’s Medical Microbiology.28th ed. New York : McGraw Hill Education/Medical; 2019. P.617-22.

Rosalina, M.P. 2020. Hidup Sehat Menangkal Corona. [internet] Diakses pada tanggal 10 Juni 2020.

Roth DE, Richard SA, Black RE. Zinc supplementation for the prevention of acute lower respiratory infection in children in developing countries: meta-analysis and meta-regression of randomized trials. Int J Epidemiol. 2010;39(3):795-808.

World Health Organization [WHO]. 2020. Novel Coronavirus (2019-nCoV) advice for the public [internet] Diakses pada 10 Juni 2020.

World Health Organization [WHO]. 2020. WHO Director-General’s opening remarks at the briefing on Covid 19. [internet] Diakses pada tanggal 10 Juni 2020.

World Health Organization. 2020. Clinical Management of SevereAcute Respiratory Infection When Novel Coronavirus (nCoV) infection is suspected. Geneva : WHO.

Zhou. 2020. The Coronavirus Prevention Handbook, Hubei Science and Technology Press, Wuhan, China.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-05-26

Cara Mengutip

Wasaraka, Y. N. (2021). KEBIASAAN MAKAN DAN KEBIASAAN CUCI TANGAN MASYARAKAT SELAMA MASA PANDEMI COVID 19 DI KOTA JAYAPURA. Healthy Papua - Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 4(1), 173 - 182. Diambil dari https://jurnal.akpermarthenindey.ac.id/index.php/akper/article/view/46

Terbitan

Bagian

Editor