PENGARUH PENERAPAN GROUP ACTIVITY THERAPY SESI 1-2 TERHADAP PENGENDALIAN HALUSINASI DI MENTARI HATI TASIKMALAYA

Penulis

  • Mohamad Saoki Miswar STIKes Muhamadiyah Ciamis
  • Rosmiati STIKes Muhammadiyah Ciamis
  • Aulia Ridla Fauzi STIKes Muhammadiyah Ciamis

Abstrak

Pendahuluan: Gangguan Halusinasi merupakan salah satu masalah keperawatan yang dapat ditemukan pada pasien gangguan jiwa. Salah satu jenis halusinasi yang paling banyak dijumpai yaitu halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran bisa berupa bunyi mendenging atau suara bising yang tidak mempunyai arti, tetapi lebih sering terdengar sebagai sebuah kata atau kalimat yang bermakna. Salah satu terapi untuk halusinasi adalah Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) untuk mengetahui pengaruh terapi aktifitas kelompok sesi 1-2 terhadap mengontrol halusinasi. Metodologi: Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan Quasy Experiment. Pengambilan sampel dengan Teknik purposive sampling yaitu sebanyak 6 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15-23 Maret 2022. Hasil: Menunjukkan bahwa pasien halusinasi mampu mengontrol halusinasi setelah pelaksanaan TAK sesi 1-2 dengan hasil analisis perbandingan nilai rerate pretest 3,7 posttest 8,4 dan nilai p=0,01.. Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi aktifitas kelompok sesi 1-2 terhadap mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi. Kata Kunci: Halusinasi, Mengontrol Halusinasi,Terapi Aktifitas Kelompok

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-04-26

Cara Mengutip

Saoki Miswar, M., Rosmiati, & Ridla Fauzi, A. (2023). PENGARUH PENERAPAN GROUP ACTIVITY THERAPY SESI 1-2 TERHADAP PENGENDALIAN HALUSINASI DI MENTARI HATI TASIKMALAYA. Healthy Papua - Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 6(1), 390-399. Diambil dari https://jurnal.akpermarthenindey.ac.id/index.php/akper/article/view/112

Terbitan

Bagian

Editor