HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PEMBERIAN TERAPI INTRAVENA DENGAN KEJADIAN FLEBITIS DI RUMAH SAKIT UMUM SEMBIRING DELITUA

Hana Priscilla Frudence Sohilait

Sari


Pendahuluan : Terapi intravena merupakan prosedur yang sering diimplementasikan di rumah sakit di seluruh dunia. Menjadi salah satu prosedur yang umum dilakukan, pemasangan kateter intravena membuat pasien rentan terhadap komplikasi. Tipe komplikasi yang paling banyak terjadi adalah flebitis. Salah satu faktor penyebab flebitis adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan perawat saat melaksanakan pemberian terapi intravena. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang pemberian terapi intravena dengan kejadian flebitis di Rumah Sakit Umum Sembiring Delitua.
Metode : Penelitian ini adalah Penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel Penelitian adalah perawat yang bekerja di ruang Rawat Inap dan pasien Rawat Inap. Sampel dengan menggunakan metode Purposive Sampling.
Hasil : Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat tentang pemberian terapi intravena dengan kejadian flebitis (p= 0,001; α= 0,10).
Kesimpulan : Berdasarkan uji Chi-Square dengan hasil p= 0,001 yang didapat dari p value <0,10, menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan perawat tentang pemberian terapi intravena dengan kejadian flebitis. Dari 53 responden yang terlibat paling banyak adalah pengetahuan cukup yaitu sebanyak 25 orang (47,2%) dan kejadian flebitis terbanyak adalah tidak terjadi flebitis yaitu 33 orang (62,3%), dan terjadi flebitis sebanyak 20 orang (37,7%).
Kata kunci : flebitis, pengetahuan, terapi intravena

Referensi


Departemen Kesehatan RI. 2014. Profil Kesehatan Indonesia, http://www.depkes.go.id/, diakses pada 15 september 2018 pukul 22. 00 WIB.

Donsu, Jenita. D. T. 2016. Metodologi Penelitian Keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru.

Fitriyanti, S. 2015. Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Phlebitis di Rumah Sakit Bhayangkara TK. II. H. S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, Jurnal Berkala Epidemiologi, vol. 3, no. 2, hal. 217-229.

Hirawan, B., Hermawan., R. dan Yulendrasari , R. 2014. “Hubungan Lamanya Pemasangan Kateter Intravena dengan Kejadian Flebitis di Ruang Penyakit Dalam RSU Jend. A. Yani Metro Tahun 2013, Jurnal Kesehatan Holistik, Vol.8, No. 2, Hal 89-93.

Komaling, C. M., Kumaat, L., dan Onibala, F. 2014. “Hubungan Lamanya Pemasangan Infus (Intravena) dengan Kejadian Flebitis pada Pasien di Irina. F. BLU. RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado”, ejournal keperawatan (e-Kp), vol. 2, no. 1, hal. 1-6.

Nobre, Alexandra, S. P., da Silva Martins, M. D. 2018. Prevalence of peripheral intravenous catheter-related phlebitis: associated factors, hal. 127-138.

Pasaribu, M. 2008, Analisis Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Pemasangan Infus Terhadap Kejadian Plebitis di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Haji Medan. http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/6809.

Rimba, Putri, I. R. 2016a, Pengaruh Lama Pemasangan Infus dengan Kejadian Flebitis pada Pasien Rawat Inap di Bangsal Penyakit dalam dan Syaraf Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul, Journal Ners and Midwifery Indonesia, vol. 4, no. 2, hal. 90-94.

Riris, Elda., Kuntarti, Kuntarti. 2014. Pengetahuan Tentang Terapi Intravena Berhubungan dengan Perilaku Perawat dalam Pencegahan Flebitis. Jurnal Keperawatan Indonesia vol. 17 no.3 November 2014, hal.108-118.

Rojas-Sanchez, L. Z., Parra, D. I. and Camargo-Figuera, F. A. 2015. Incidence and Factors Associated with The Development of Phlebitis : Result of A Pilot Cohort Study, pp. 61-67.

Wayunah., Nurachmah, E., dan Mulyono, S. 2013. Pengetahuan Perawat Tentang Terapi Infus Memengaruhi Kejadian Plebitis dan Kenyamanan Pasien, Jurnal Keperawatan Indonesia, vol. 16, no. 2, hal. 128-137.

White, D, and Bhalky, H, H. 2014. Prospective Study of Incidence and Predictors of Pheripheral Intravenous Catheter-Induced Complications, pp. 993-1001.

World Health Organization. 2016. World Health Statistics, http://www.who.int/publications/2016/en/, diakses pada 17 September 2018 pukul 11.30 WIB.




HEALTHY PAPUA : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
ISSN 2654-3133 (online)
Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan RS. Marthen Indey Jayapura
Alamat Redaksi : Kampus AKPER RSMI, Jln. Diponegoro No. 57, Jayapura, papua, Indonesia
Phone: 0967-523788
Website: http://jurnal.akpermarthenindey.ac.id/index.php/akper
Email: jurnal@akpermarthenindey.uniyap.ac.id

Creative Commons License
Healthy Papua: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan is licensed under International License.